Artikel KEAI #33 AI dalam Transportasi Online: Dinamika Penentuan Harga dengan Algoritma di Indonesia (Oleh El, admin KEAI)

  • Oct 19, 2024
  • Arif Nasri

Transportasi online di Indonesia telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Layanan ini semakin memudahkan mobilitas harian masyarakat. Salah satu aspek yang sering menjadi perhatian pengguna adalah harga perjalanan yang seringkali berubah-ubah, bergantung pada waktu dan lokasi tertentu. Fluktuasi harga ini sebenarnya diatur oleh teknologi kecerdasan buatan (AI) yang digunakan oleh perusahaan transportasi seperti Gojek dan Grab.

Teknologi AI yang digunakan oleh kedua perusahaan ini menerapkan dynamic pricing atau penetapan harga dinamis, yang artinya tarif perjalanan dapat berubah berdasarkan beberapa faktor seperti jumlah permintaan, ketersediaan pengemudi, cuaca, hingga kondisi lalu lintas di area tertentu. Contoh nyatanya terlihat pada saat jam sibuk di pusat-pusat bisnis Jakarta atau saat hujan lebat di Surabaya, di mana harga tarif dapat melonjak karena tingginya permintaan perjalanan. 

Gojek, misalnya, menggunakan algoritma yang dapat memprediksi permintaan di suatu area dengan menganalisis data perjalanan sebelumnya dan kondisi di lapangan. Misalnya, di sekitar stasiun kereta api atau pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan pada sore hari, sistem AI akan memprediksi bahwa akan ada lonjakan permintaan dari para pengguna yang pulang kerja. Berdasarkan prediksi ini, tarif dinaikkan untuk mengimbangi permintaan yang meningkat, sekaligus mendorong lebih banyak pengemudi untuk mengambil penumpang di area tersebut.

Demikian pula, Grab menggunakan teknologi serupa dalam sistemnya. AI mereka mampu mengidentifikasi titik-titik dengan permintaan tinggi, seperti kawasan perkantoran di kawasan Sudirman atau pusat kuliner di Surabaya. Dengan algoritma ini, Grab tidak hanya menentukan harga tetapi juga membantu pengemudi dalam menemukan lokasi-lokasi dengan potensi penumpang yang tinggi, sehingga meningkatkan efisiensi waktu pengemudi.

Dalam peristiwa nyata di tahun 2023, saat musim liburan Lebaran, kedua perusahaan ini mengalami lonjakan permintaan di berbagai kota besar. Penggunaan teknologi AI memungkinkan mereka mengelola situasi tersebut dengan meningkatkan tarif di waktu puncak dan memberikan insentif lebih kepada para pengemudi untuk tetap beroperasi. Meskipun beberapa pengguna merasa tarif yang tinggi di waktu-waktu tertentu cukup memberatkan, sistem ini telah terbukti menjaga ketersediaan transportasi bagi mereka yang benar-benar membutuhkannya.

Penerapan AI dalam penentuan harga dinamis ini telah membantu perusahaan transportasi online di Indonesia untuk menyesuaikan layanan mereka dengan kondisi pasar secara real-time, memastikan bahwa pengguna tetap mendapatkan kendaraan meski di jam-jam sibuk atau kondisi cuaca yang tidak mendukung. Selain itu, hal ini juga membantu perusahaan dalam menjaga pendapatan para pengemudi, memastikan layanan transportasi tetap berjalan dengan baik, dan memberikan pilihan mobilitas yang cepat bagi masyarakat urban di Indonesia.

Artikel ini dibuat dengan bantuan AI

follow for more updates and articles