Al Kaf Masih Dicari Netizen
- Oct 11, 2024
- Rastono Sumardi
- BERITA
Kemarahan netizen Indonesia terhadap wasit Ahmed Al Kaf terus bergejolak. Ini seperti bara yang terus disiram bensin. Sayangnya, akun Instagram sang wasit sudah dikunci. Kalau saja terbuka, mungkin komentarnya sudah lebih ramai dari antrean sembako gratis di hari raya. Netizen +62 ini, kalau sudah ngamuk, komentar yang masuk bisa bikin handphone kamu auto-panas. Bahkan, bisa meledak kayak bom Iran ke Israel.
Mari kita bedah sedikit kenapa Al Kaf jadi sosok paling dicari bak selebriti kontroversial. Laga antara Timnas melawan Bahrain pada 10 Oktober 2024 bukan sekadar laga. Ini lebih mirip drama epik. Sayangnya, bukan epik seperti Lord of the Rings, melainkan lebih seperti sinetron jam tayang sore yang penuh dengan amarah.
Bayangkan, setiap pemain Bahrain bersentuhan sedikit saja, wasit langsung meniup peluit seperti sedang meniup terompet 17-an. Giliran pemain Indonesia ditabrak seperti main bumper car di pasar malam, wasit malah angkat bahu seolah-olah berkata, “Ah, cuma angin.” Netizen yang nonton di layar kaca langsung kepanasan. “Mana VAR-nya, Pak Wasit?” teriak mereka sambil meninju bantal.
Kalau soal tambahan waktu, Al Kaf ini mungkin penggemar Doraemon. Waktu tambahan cuma enam menit, tiba-tiba diperpanjang sampai menit ke-99. Seperti kantong ajaib Doraemon, waktu tambahan ini bisa keluar kapan saja. Yang paling bikin panas, Bahrain sukses mencetak gol di menit ke-90+91! Bahkan, matematika Einstein pun tak bisa menjelaskan perhitungan waktu yang ajaib ini.
Saat gol kedua Bahrain meluncur, VAR? Apa itu VAR? Langsung sah tanpa perdebatan. Tapi giliran Indonesia cetak gol, VAR dicek seperti menunggu jawaban undian berhadiah. Ada yang menunggu sampai rebahan sambil ngemil, berharap gol ini tetap diakui. Lama banget, sob. Seolah-olah wasit lagi mikir keras, "Gimana caranya ya biar bisa nggak gol?" Netizen pun makin geram, sudah kayak cacing kepanasan nunggu kabar.
PSSI sudah berencana untuk mengirimkan surat protes resmi. Tapi kita tahu, surat protes ini mungkin nasibnya akan sama kayak email yang masuk folder spam. Netizen tentu sudah bersiap untuk mendukung PSSI, dengan satu pesan, “Jika keadilan tak ditegakkan, kami akan bergerak ke jalur komentar!”
Intinya, laga ini bakal diingat lebih lama dari pada utang di Mamang Kredit. Bukan karena skor atau performa pemain, tapi karena keajaiban-keajaiban yang hanya bisa terjadi dalam dunia sepak bola versi Al Kaf.
Kadang susah mau dilupakan. Mau gimana lagi. Dicurangi itu sungguh menyakitkan. Well, saatnya fokus lawan China yang terluka. Terluka habis dibantai Australia 1-3. Jangan sampai China melampiaskannya pada Garuda.
#camanewak
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar