Kumpulan Puisi Leni Marlina (Padang) "Persahabatan Kita

  • Nov 21, 2024
  • Arif Nasri
  • SASTRA

Ilustrasi Kumpulan Puisi Leni Marlina (Padang). "Persahabatan Kita". Sumber gambar: Starcom Indonesia's Artwork No. 271 by AI


/1/

Jejak Dalam Lembah Angin

Oleh Leni Marlina


Di balik senja, kita bagaikan dua angin yang saling melengkapi.

Jarak tak pernah bisa menghapus kita;
kita seperti bayangan matahari yang terpantul di air,
meski terpisah, tetap ada dalam setiap riak.

Tangan yang dulu saling menggenggam,
sekarang menjadi akar yang merambat ke arah yang tak terduga,
mencari celah untuk tetap terhubung.

Meski tak tampak, kita ada—seperti hutan yang terpendam dalam hening malam.


Padang, 2009


/2/

Di Bawah Cahaya yang Tak Pernah Padam

Oleh Leni Marlina


Bintang yang dulu kita amati,
berkerlap-kerlip jauh di atas sana,
adalah kita yang terpisah oleh langit yang luas,
tapi tetap bersinar dengan cara yang sama.

Kau, cahaya, yang tak pernah padam.
Aku, bayangan yang mengikutimu tanpa lelah.

Di antara semesta yang terus berputar,
kita tetap saling merasakan, meski tak tampak.


Padang, 2009


/3/

Lautan yang Mengalirkan Lagu Kita

Oleh Leni Marlina


Persahabatan kita bagaikan samudra,
tempat kita menyelam jauh tanpa takut tenggelam.

Dalam gelombang ada irama,
dalam hembusan angin, kita mendengar lagu yang sama.

Tak peduli seberapa jauh kita terpisah,
laut tak pernah berhenti mengalir,
dan kita adalah arus yang tak akan berhenti bersatu,
meski terhalang ribuan pulau dan langit yang berbeda.


Yogyakarta, 2009


/4/

Kepak Sayap dalam Keheningan

Oleh Leni Marlina


Dalam keheningan, kita bagaikan  burung yang terbang tinggi,
sayap kita mengepak dalam diam,
menyebarkan jejak yang tak bisa terhapuskan angin.

Siang-malam, kita merasakan kedekatan,
meski dunia mencoba memisahkan.

Bersama, kita terbang menuju langit yang sama,
meski tak ada yang melihat—
kita bagaikan kepak sayap yang menciptakan angin,
dan bersama kita melaju, tidak pernah berhenti.


Yogyakarta, 2009


/5/

Cahaya yang Beraksi di Luar Waktu

Oleh Leni Marlina


Kita bagaikan cahaya yang beraksi di luar waktu,
terlepas dari ikatan jam yang mengikat kita.

Di setiap kedipan mata, kita saling berbagi,
meski hanya dalam getaran, kita tetap hadir.

Tangan mungkin tak lagi saling menyentuh,
tetapi kita bagaikan percikcapi yang beraksi dalam malam,
selalu ada, meski tak bisa selalu terlihat.

Kita bagaikan cahaya yang mengisi ruang tanpa suara,
tetap hidup, tetap mengalir, tak terhalang oleh waktu.


Yogyakarta, 2009


/6/

Bunga yang Mekar di Tengah Sepi

Oleh Leni Marlina


Kau dan aku bagaikan bunga yang mekar di tengah padang sunyi,
terus berkembang meski dunia tak melihatnya.

Keheningan menjadi tempat kita berbicara,
seperti tanah yang menyimpan rahasia tentang kehidupan yang tumbuh.

Jarak hanyalah angin yang membawa harummu ke sini,
dan aku, bunga yang berdiri tegak, menunggu saat kita berbagi cahaya lagi.

Dalam setiap hela nafas, kita tetap ada,
meski dunia tak bisa mendengar bunga kita bermekaran.


Yogyakarta, 2009


/7/

Rembulan yang Menghantar Cinta

Oleh Leni Marlina


Dalam malam yang gelap, kita bagaikan rembulan kembar,
berputar mengitari dunia dengan cara kita sendiri.

Jarak hanya bayang-bayang yang datang dan pergi,
tapi sinar kita tetap terang, memberi cahaya pada setiap sudut hati.

Kita bagaikan cahaya yang datang dari tempat yang berbeda,
tapi tetap bersinar di langit yang sama,
menghantar cinta dalam setiap kilauannya.

Di sini, di antara bayang-bayang dan cahaya, kita tak akan pernah terpisah.


Yogyakarta, 2009

-------------------
Puisi ini awalnya ditulis oleh Leni Marlina hanya sebagai hobi dan koleksi puisi pribadi tahun 2009. Puisi tersebut direvisi kembali serta dipublikasikan pertama kalinya melalui media digital tahun 2024.

Leni Marlina merupakan anggota aktif Asosiasi Penulis Indonesia, SATU PENA cabang Sumatera Barat. Ia juga merupakan anggota aktif Komunitas Penyair & Penulis Sastra Internasional ACC di Shanghai, serta dipercaya sebagai Duta Puisi Indonesia untuk ACC Shanghai Huifeng International Literary Association. Selain itu, Leni terlibat dalam Victoria's Writer Association di Australia. Sejak tahun 2006, ia telah mengabdikan diri sebagai dosen di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.

Leni juga merupakan pendiri dan pemimpin sejumlahkomunitas digital yang berfokus pada sastra, pendidikan, dan sosial, di antaranya:, (1) Komunitas Sastra Anak Dunia (WCLC): https://rb.gy/5c1b02, (2) Komunitas Internasional POETRY-PEN; (3) Komunitas PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat): https://tinyurl.com/zxpadkr; (4) Komunitas Starcom Indonesia (Starmoonsun Edupreneur Community Indonesia): https://rb.gy/5c1b02.