Nyanyian Anak Laut untuk Negeri
- Oct 15, 2024
- Arif Nasri
- SASTRA
Puisi oleh Leni Marlina
1)
Aku ini anak laut, terlahir dari debur yang tak jemu,
gelombang mengiris jalur tak terduga,
ketidakpastian bukan musuh, melainkan lagu,
di tiap hempasan, kutemukan denyut hidupku.
Biar badai datang seperti gelap mengepung cakrawala,
aku tetap tegar di karang harapan,
seperti palung diam yang menyimpan rahasia,
meresap seluruh hiruk tanpa goyah di tengah dunia.
2)
Ombak tak pernah ingkar, kembali menepi,
seperti cintaku yang setia memeluk pasir kenangan,
tak ditakar musim, tak dibatasi cakrawala,
di bibir negeriku, riak rinduku mengulur pelayaran panjang.
Gelombang mengajarku seni melepas,
seperti buih yang menguap menjadi angin malam,
namun cintaku tetap berlabuh di palung terdalam,
berputar dalam pusaran biru, menenun jejak dan cerita.
Dan meski gulungan kadang menggigit cakrawala,
menghantam harap yang rapuh di ujung senja,
aku tahu, negeri ini tetaplah pangkalan,
tempat setiap debur menyimpan mimpi di lorong samudra.
3)
Laut ini adalah rumah yang tak lelah kupanggil,
di bawah lengkung langit, tempat cinta ini bertaut,
cintaku adalah arus yang tak kenal jeda,
menyapa pantai negeriku dengan nyanyian yang tak habis-habisnya.
Di sini aku berpijak, karang di tengah pusaran waktu,
menyelam dalam riwayat yang bercerita di setiap arusnya,
dan saat rembang senja melipat cakrawala,
kuucapkan sekali lagi, dengan segenap napas yang mengalir:
“Negeriku, aku anak lautmu, yang tak pernah meninggalkanmu.”
Padang, Sumbar, 2020
-----
Puisi ini awalnya ditulis sebagai bagian dari koleksi puisi pribadi Leni Marlina pada tahun 2020. Puisi ini diedit dan kemudian dipublikasikan untuk pertama kalinya di media digital pada tahun 2024.
Sejak tahun 2006, Leni Marlina telah mengabdi sebagai dosen di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang. Penulis juga merupakan pendiri dan kepala beberapa komunitas sastra dan pendidikan, termasuk World Children's Literature Community (WCLC), POETRY-PEN International Community, serta Komunitas Membaca dan Menulis Puisi Indonesia (PPIPM: Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat).
Selain itu, penulis mendirikan dan memimpin dua kursus bahasa Inggris: ECSC (English Children's Literature Smart Course) dan MEC (Marvelous English Course), serta komunitas sosial berbasis digital, Starcom Indonesia (Starmoonsun Eduprenuer Community Indonesia). Sebagai anggota aktif dari Perkumpulan Penulis Indonesia SATU PENA Sumatera Barat, penulis juga terlibat dalam kolaborasi internasional, seperti Victoria Writers Association di Australia dan ACC International Writers Community di Hong Kong.
Ilustrasi Puisi Leni Marlina "Nyanyian Anak Laut Untuk Negeri".
Sumber gambar: Starcom Indonesia's Painting Collection No.60 by AI